Nabi Khidir dan Fenomena Masyarakat

Posted: 22 Maret 2009 by Miftah in Artikel
Tag:, , , ,
Siapakah yang belum pernah mendengar nama Nabi Khidr? Hampir semua kaum muslimin telah mendengar nama nabi tersebut, meskipun ketenarannya tidak seperti 25 nama nabi yang banyak disebutkan dalam pelajaran agama Islam. Tapi hanya sebagian kecil dari kaum muslimin yang mengetahui siapa sebenarnya Khidr as. itu dan dari sebagian kecil itu, ada juga di antara mereka yang pengetahuannya tentang Khidr as. masih rancu, bahkan cenderung menyimpang.
Bagi para pemburu kesaktian atau ilmu hikmah dari kalangan umat Islam, Khidr as. adalah sosok yang paling dicari. Karena mereka yakin bahwa orang yang bisa berjumpa dengan Khidr as. akan mendapatkan karâmah dalam waktu singkat, mendapatkan kesaktian dalam sekejap, bahkan orang tersebut akan menguasai berbagai macam bahasa di dunia tanpa harus kursus atau belajar di lembaga bahasa tertentu.[1] Ia akan mendapatkan Ilmu Laduni yang dipercaya sebagai gerbang menguasai berbagai ilmu di dunia ini. Luar biasa bombastisnya.
Di tengah masyarakat Jawa, ada doktrin bahwa barangsiapa mampu menghafal nama lengkap Khidr as. (namanya dan silsilahnya), maka ia akan masuk surga. Ada juga doktrin yang mengajarkan bahwa siapa saja yang hendak menunaikan ibadah haji dan ingin bertemu dengan Khidr as., maka ia harus bersedekah di 21 pasar. Dengan begitu ia akan ditemui Khidr as. di Mekkah dan ciri atau tandanya adalah ibu jarinya tidak bertulang. Itulah doktrin yang banyak beredar di antara mereka.
Banyak ritual yang dikenal sebagian masyarakat muslim agar mereka bisa bertemu dengan Khidr as. Ada yang melakukan puasa mutih, puasa ngalong, puasa nyorowot, puasa pati geni, atau puasa sampai 40 hari lamanya. Ada juga yang membaca wirid-wirid tertentu dengan bilangan tertentu, merapal bacaan-bacaan khusus, berhari-hari berkelana menyusuri sungai dan laut.[2] Semua itu mereka lakukan agar bisa berjumpa dengan sosok Khidr as. yang misterius tersebut.
Kalau begitu, berarti Khidr as. masih hidup? Kisah sebagian hidup Khidr as. telah diabadikan oleh Allah dalam al Qur’ân, yaitu saat pertemuannya dengan Nabi Mûsâ as. Kisah perjalanan kedua nabi tersebut dipaparkan dalam Surat al Kahfi ayat 60 – 82 dan Rasulullah saw. pun telah mengulasnya kembali dengan agak lebih detail dalam beberapa riwayat hadisnya. Meskipun demikian, terjadi polemik panjang di antara ulama seputar umur Khidr as. Apakah dia telah mati atau masih hidup. Sebagaimana mereka juga berbeda pendapat tentang asal-usul Khidr as. serta statusnya. Ada yang mengatakan bahwa Khidr itu seorang nabi, ada yang mengatakan bahwa dia seorang wali Allah atau hamba Allah yang şâlih. Ada juga yang mengatakan bahwa dia itu malaikat, bukan manusia seperti kita.
Ada sekelompok orang yang meyakini bahwa Khidr as. masih hidup sampai sekarang, bahkan sampai hari kiamat nanti. Dia mendapat tugas dari Allah untuk menjaga perairan di dunia ini. Namun wujudnya tidak bisa dilihat dengan mata kepala manusia awam. Hanya orang-orang tertentu yang dapat melihat keberadaannya, dan hanya orang-orang yang berilmu tinggi yang dapat menemuinya.[3]
Ada juga kelompok lainnya yang meyakini bahwa Khidr as. sudah meninggal dunia. Keberadaan Khidr as. bukanlah seperti Nabi ‘Îsâ yang umurnya panjang sampai menjelang datangnya kiamat kelak.[4] Hal tersebut telah dijelaskan oleh Rasulullah saw. dalam beberapa hadis yang şahîh. Maka dari itu, sebagian masyarakat muslim meyakini bahwa Khidr as. masih hidup sampai kini dan sebagian lainnya menganggapnya telah meninggal. Kelompok mana yang harus kita ikuti pendapatnya.
Perbedaan antara pendapat yang menyatakan bahwa Khidr as. masih hidup dan yang meyakini bahwa ia telah meninggal dunia adalah perbedaan lama dan panjang serta berliku-liku. Masing-masing mempunyai dalil dan masing-masing memiliki alasan. Akan tetapi, yang lebih penting adalah bagaimana caranya agar kita dapat mengetahui suatu kebenaran di balik misteri Khidr as. dengan mengkaji riwayat-riwayat (hadis-hadis) yang membicarakannya. Hal ini dengan tujuan agar kita jangan sampai terjebak ke jalan yang sesat, bahkan sebaliknya kita harus segera meluruskan penyimpangan yang terjadi pada umat Islam terhadap sosok Khidr as.
[1] http://amuzamil.blogspot.com/2006/05/metode-bahasa-nabi-khidir.html
[2] Siapakah Nabi Khidir itu Sebenarnya? dalam Majalah Ghoib, Edisi 76 Th. 4 (7 Muharram 1428 H/26 Januari 2007 M), hal. 9. Lihat juga fakta yang diberitakan harian Kompas, “Nabi Khidr” dalam Pencarian Warga Ciburuy. Para pemimpin adat dari Kuta (Ciamis), Naga (Tasik), Banceuy (Subang), Cikondang (Bandung), Cirendeu (Cimahi), dan Cigugur (Kuningan) berkumpul dalam acara Ciburuy Festival 2007 yang di antara acaranya terdapat semacam ritual untuk memanggil Khidr as. yang diharapkan dapat memulihkan kondisi situ yang semakin memprihitankan dan terutama karena meluapnya Sungai Citarum yang kotor. (http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/12/Jabar/21877.htm).
[3] Abû Zakariyyâ Yahyâ ibn Syarf al Nawâwî, Şahîh Muslim bi Syarh al Nawâwî, (Beirut: Dâr Ihyâ’ al Turâš al ‘Arabî, 1984), Juz 15, hal. 135 – 136.
[4] Ahmad ibn ‘Alî ibn Hajar al ‘Asqalânî, Fath al Bâri Syarh Şahîh al Bukhârî, (Beirut: Dâr al Kutub al ‘Ilmiyyah, 2000), Juz 6, hal. 536.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s