UNIVERSITAS CAKRABUANA? WELLCOME!!!

Posted: 22 Mei 2009 by Mahasiswa S2 MPI STAIN Cirebon in Artikel, Pendidikan
Tag:, ,

Ditulis oleh : ABDUL KARIM, S.Pd.I.

“SALUT!!!’’ itulah kata yang pas kita ucapkan untuk masyarakat Cirebon dan pemerintahnya. Karena pada tanggal 5 Juli 2009 nanti pemerintah Cirebon akan mendeklarasikan Universitas Cakrabuana sebagai nama dari kampusnya. Anggaran yang sudah disiapkan sejumlah 5M dari ABT (Anggaran Belanja Tambahan), tanah yang sudah disiapkan seluas 15 hektar (di Watu Belah). Selain itu dana dari DPRD sebesar 2M dana APBD termasuk untuk study kelayakan yang akan ditambah dana susulan sebesar 4M, namun perlu digali juga dana lain karena pendirian universitas perlu dana besar.

Adanya rencana pembangunan universitas ini patut kita dukung, karena dengan adanya kampus di Cirebon berarti menunjukan bahwa perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah mulai baik dan mengarah pada keseriusan. Tentunya kita malu jika melihat beberapa kabupaten tetangga, kabupaten Indramayu misalkan dengan UNWIRnya, kabupaten Kuningan dengan UNIKUnya, serta Majalengka dengan UNMAnya, sedangkan kabupaten Cirebon baru memiliki kampus-kampus kecil yang beorientasi bisnis dan kerja saja.

Sebagai wujud dukungan; disini akan dipaparkan mengenai landasan awal dalam perencanaan sebuah lembaga Pendidikan Tinggi. Paling tidak sudah memuat dari 4 aspek dasar, yaitu: dasar teologis, dasar filosofis, dasar sosio-psikis, dan dasar ilmiyah.

Dasar Teologis

Sesuai dengan nama kampusnya yaitu Univesitas Cakrabuana yang bermuara kekeratonan Cirebon maka dasar teologis menjadi sangat dominan sekali. Mengapa demikian? Karena masyarakat Cirebon pada umumnya adalah masyarakat beragama, baik Islam, Kristen, Budha dan Hindu. Tapi karena mayoritas Islam dan Cirebon sudah terkenal dengan kota wali maka dasar teologis yang perlu dibangun adalah meyakini bahwa tuhan adalah penguasa, pembimbing bagi makhluk-Nya (yang berpotensi akal, hati dan jiwa), tuhan adalah sesembahan, dan tuhan mempunyai sifat dan nama-nama yang kemudian bisa menjadi sikap atau tujuan pendidikan bagi universias Cakrabuana, sehingga diperlukan fakultas keAgamaan.

Dasar Filosofis

Kehidupan tidak terlepas dari penggunaan akal (sebagai salah satu potensi), maka dalam proses penggunaan akal itu berarti orang sudah berfilsafat. sehingga pendirian universitas juga merupakan wujud dari berfilsafat. Misal; dari munculnya ide awal, perencanaan awal, penemuan nama, lokasi dan seterusnya. Secara konseptual, filsafat bermain dalam ranah pemikiran, sikap kritis, sistematis dan mengakar. Apalagi kampus di Cirebon yang penuh dengan nuansa falsafah kekeratonan untuk itu perlu sekali ditanam nilai filsafat kekeratonan paling tidak dan secara umum nilai filsafat Kecirebonan. Maka perlu dibentuk fakultas filsafat sebagai tempat pendidikan Filsafat untuk melanjutkan nilai-nilai luhur.

Dasar Sosio-Psikis

Menurut banyak pakar sosiolog, masyarakat Cirebon sudah siap untuk menerima adanya universitas Cakrabuana, sehingga dengan adanya universitas di Cirebon, maka kabupaten ini akan menjadi semakin hebat karena tentunya masyarakat Cirebon sangat antusias dengan pendidikan. Secara geo-fisik tanah di Cirebon luas sekali apalagi tanah yang akan ditempati universitas sangat tepat (daerah Asrama Haji Watu Belah), strategis dan berpeluang pesat perkembangannya. Secara sosio-kultural; masyarakat cirebon sangat berbudi, bersahabat dan sikap gotong royong masih tertanam, masyarakat cirebon sangat haus sekali akan pendidikan dan perhatian orang tua sangat besar untuk menyekolahkan anaknya yang lebih tinggi, dari pada kuliah diluar biaya mahal dan biaya kehidupan tinggi maka lebih baik kuliah di daerah sendiri asalkan baik dan bermutu. Untuk dasar-dasar inilah maka perlu dibuat fakultas psikologi dan fakultas sosial pada umumnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Cirebon seperti, fakultas Pertanian, fakultas Ekonomi, fakultas Hukum, fakultas Kedokteran.

Dasar Ilmiyah

Dikonstruksi berdasarkan hasil-hasil kajian matang atau hasil penelitian ilmiah dan pengalaman empirik namun tetap bersikap kritis dan hati-hati tetap harus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kesesuaian dan kemaslahatan bagi umat. Yang lebih penting, penempatan job dari pendirian Universitas Cakrabuana ini harus diberikan pada ahli dalam bidangnya, bila perlu sudah berlabel professor pada bidangnya. Jadi dalam hal ini, adanya universitas cakrabuana tidak cukup hanya dalam konteks pendidikan saja tapi juga ada badan keilmiyahan yang berorientasi masyarakat dan untuk kemaslahatan masyarakat itu sendiri, misalkan Badan Pengabdian Masyarakat.

Selain dari 4 aspek dasar pendirian lembaga pendidikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi pemerintah daerah;

yang pertama adalah kampus-kampus kecil yang sudah ada. Di Cirebon sudah banyak berdiri kampus-kampus kecil yang juga berorientasi untuk mencerdaskan anak bangsa, untuk itu sekiranya perlu pihak pemerintah untuk mengadakan pendekatan dan sosialisasi bahwa adanya universita Cakrabuana ini tidak mengganggu dan menghambat dari kelangsungan kampus-kampus kecil tersebut, untuk itu perlu adanya kerjasama antar universitas dan beberapa kampus yang sudah ada, bila perlu ada semacam link and mach baik dari kurikulum, dosen, maupun muatan lainnya.

Yang kedua adalah sosialisasi. Masyarakat Cirebon belum banyak tahu tentang adanya master plan Perguruan Tinggi di Cirebon, untuk itu sosialisasi sangat penting sekali sebagai sumber informasi. Sosialisasi bisa ditujukan kepada instansi resmi pemerintah atau lewat pemerintah desa, lewat media televisi dan cetak. Sehingga dengan adanya sosialisasi awal ini diharapkan masyarakat Cirebon sudah mengatahui bahwa di daerahnya akan didirikan universitas.

Yang ketiga adalah akses pengetahuan. Budaya kampus adalah budaya keilmuah maka selazimnya pemerintah sudah menyediakan akses pengetahuan yang lengkap dan unggul. Seperti perpustakaan yang besar dan lengkap. Ruang-ruang praktek keilmiyahan yang lengkap baik di luar kampus maupun di dalam kampus. Tempat ibadah yang representatif, bila perlu membuat Masjid Cakrabuana terbesar di Kabupaten Cirebon.

Yang keempat adalah kaderisasi. Sudah lazim kiranya bahwa sebuah universitas mempunyai jaringan baik lokal, nasional maupun internasional. Dalam konteks internasional, maka pemerintah kabupaten harus menyiapkan kader-kader orang Cirebon yang unggul untuk di sekolahkan secara gratis di luar negeri baik ke timur maupun barat, nantinya menjadi kader universitas yang bisa melanjutkan dan mengembangkan daripada universitas ini.

Yang kelima adalah ketertiban dan keamanan. Adanya universitas secara tidak langsung menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat secara umum, baik percetakan, toko buku, warung nasi, kos-kosan, transportasi, dan kios-kios. Untuk itu pemerintah harus sudah memikirkan dan menata supaya tidak mengganggu dari kenyamanan belajar di Universitas Cakrabua Cirebon (UCC) yang tercinta. SELAMAT BERJUANG!!!

BIODATA

JUDUL ARTIKEL : Universitas Cakrabuana? Welcome!!!

Penulis : ABDUL KARIM, S.Pd.I.

No HP. : 085220914016/085224095950

RIWAYAT PENDIDIKAN : S1 PAI ISID GONTOR PONOROGO, MAHASISWA MPI PASCASARJANA STAIN CIREBON

Komentar
  1. muzayyanah mengatakan:

    cahyo universitas cakrabuana….. lebarkan sayapmu krn sdh tertulis dlm sejarah org2 cirebon terdahulu akan ada universitas yg hebat di cirebon ini namanya universitas cakrabuana…. “” smga tambah maju”..amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s