Jawaban UAS TI

Posted: 5 Juli 2009 by Mahasiswa S2 MPI STAIN Cirebon in Tak Berkategori
Tag:

Teknologi Informasi dalam Pendidikan

Nama   :  MAWARDI

NIM      :  505810057

1. Wilayah garapan/pokok-pokok manajemen system informasi pendidikan (MSIP) meliputi :
 Student centered learning melalui e-learning
 Sistem informasi kepegawaian
 Sistem informasi perpustakaan
 Sistem informasi keuangan/akuntansi
 Sistem informasi akademik/kurikulum

2. MSIP adalah sistem yang di desain untuk kebutuhan manajemen dalam upaya mendukung fungsi-fungsi dan aktivitas manajemen pada suatu organisasi pendidikan. Maksud dilaksanakannya MSIP adalah sebagai pendukung kegiatan fungsi manajemen yaitu planning, organizing, staffing, directing, evaluating, coordinating dan budgeting dalam rangka menunjang tercapainya sasaran dan tujuan fungsi-fungsi operasional dalam organisasi pendidikan. 
MSIP digunakan oleh penggunanya sebagai alat bantu pengambilan keputusan dan oleh pihak lain yang tergabung dalam inter-organizational information sistem sehingga organisasi pendidikan dapat berinteraksi dengan pihak yang berkepentingan (stakeholder).

3. Data adalah semua fakta, petunjuk, indikasi dan informasi baik dalam bentuk tulisan (karakter), angka (digital/gambar), analog termasuk peta, media magnetik, dokumen dan bentuk lain yang didapat dari hasil pendidikan umum dan eksplorasi.
Informasi adalah rangkuman data yang telah mengalami proses pengolahan atau interpretasi yang disajikan dalam bentuk peta, laporan, baik hard copy maupun soft copy.
Jenis data dapat di klasifikasikan sebagai berikut :
 Sumber : internal dan eksternal
 Tahapan kegiatan : primer dan sekunder
 Sifat : dasar, olahan dan interpretasi
 Bentuk : fisik, non fisik/elektronik
 Kerahasiaan : terbuka dan tertutup
Jenis data yang dapat digunakan untuk kepentingan MSIP, adalah sebagai berikut:
 Proses KBM melalui pendekatan student centered learning melalui e-learning
 Data kepegawaian
 Data akuntansi/keuangan
 Data akademik/kurikulum

4. Fungsi manajemen sistem informasi dalam konteks manajemen data adalah sebagai berikut : manajemen data fungsi manajemen sistem informasi dalam konteks manajemen data menyiratkan suatu kumpulan data yang terorganisir beserta tata cara penggunaannya yang mencakup lebih jauh sekedar penyajian. 
Keberhasilan manajemen sistem informasi dalam konteks manajemen data bergabtung pada 3 faktor utama, yaitu keserasian dan mutu data, pengorganisasian data dan tata cara penggunaannya.
Perkembangan fungsi manajemen sistem informasi dalam konteks manajemen data dapat dilihat pada 3 hal pokok, yaitu :
 Cara menerapkan data
 Cara pengumpulan data dan pemasukannya
 Cara penyimpanan dan pengambilan data
Pengelolaan data suatu kegiatan yang dilakukan secara professional dan terpusat, meliputi penyimpanan, penataan, pengolahan dan pemanfaatan.

5. Kebutuhan pendidikan akan informasi semakin meningkat sejalan dengan perkembangan pendidikan. Semakin besar dan kompleks suatu pendidikan, maka semakin besar pula kebutuhan akan informasi. Informasi memang menjadi unsur penentu dalam pengambilan keputusan karena informasi digunakan untuk melakukan planning, actuating, directing, staffing, coordinating, evaluating dan budgeting dalam aktivitas pendidikan. 
Tentang informasi yang dibutuhkan adalah informasi yang berkualitas. Informasi dikatakan berkualitas apabila didukung oleh relevansi, yaitu ketepatan dengan penggunaannya, ketepatan waktu, yaitu informasi mampu disajikan tepat pada saat dibutuhkan, dan akurat, yaitu harus tepat nilainya dan dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Informasi dibutuhkan oleh pihak internal dan eksternal. Kebutuhan mereka akan informasi berbeda-beda tergantung pada tingkat serta kepentingan masing-masing dalam dunia pendidikan. 
Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat. Sumber informasi adalah data, dan data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan kesatuan nyata. Pentingnya akan informasi yang akurat dan tepat waktu dalam pengambilan keputusan menyebabkan pendidikan membutuhkan adanya sistem informasi yang responsiv terhadap kebutuhan mereka. Hal inilah yang menjadi latar belakang mengapa banyak pendidikan sekarang ini mengganti sistem informasinya dari sistem yang manual menjadi sistem yang berbasis teknologi informasi modern (computerais).

6. Contoh penerapan pembelajaran aktif yang berbasis komputer:
 Pembelajaran berpusat pada siswa (student centerd learning)
E-learning adalah sebagai suatu proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi berupa komputer yang dilengkapi dengan sarana telekomunikasi (internet dan eksternet) dan multimedia (grafis, video dan audio) sebagai media utama dalam penyampaian materi dan interaksi antara pengajar (guru/dosen) dan pembelajar (siswa). Secara umum e-learning dibagi dua yaitu komplementer dan substitusi.
• Cara pembelajaran dengan pertemuan tatap muka masih berjalan, akan tetapi ditambah dengan model interaksi bantuan teknologi informasi.
• Sebagian besar pembelajaran dilakukan melalui teknologi informasi
Contoh menugaskan siswa untuk mencari artikel di internet dan mengumpulkan tugas melalui e-mail
 Pengembangan perpustakaan digital (digital library)
Mengadakan perpustakaan digital berupa jaringan komputer yang berisi informasi yang ada diperpustakaan digital tersebut. Informasi yang disajikan berupa judul dan synopsis buku serta kegiatan siswa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s