JAWABAN UAS IT

Posted: 7 Juli 2009 by Mahasiswa S2 MPI STAIN Cirebon in Tak Berkategori
Tag:

TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN

jawaban Ujian Akhir Semester
1 (satu)

Mata kuliah : Teknologi informasi dalam pendidikan
Dosen : Prof. Dr. Wahidin, M.Pd

Disusun Oleh
SURIP
NIM : 505810064

Jawaban : Ujian Akhir Semester
Mata Kuliah : Teknologi Informasi Dalam Pendidikan
Konsentrasi : MPI
Hari/Tanggal : Jum,at 26 Juni 2009
Jenis jawaban : Take home

Pertanyaan :
1.Deskripsikan wilayah garapan/pokok-pokok Menajemen Sistem Informasi
Pendidikan (MSIP)
Jawab
Suatu organisasi pendidikan akan menjalankan fungsi-fungsi operasi
yang harus berjalan dalam organisasi tersebut untuk mencapai tujuan
dari penyelenggaraan pendidikan itu sendiri. fungsi-fungsi operasi
dalam organisasi pendidikan meliputi fungsi operasi akuntansi/
keuangan, kepegawaian, akademik/Kurikulum, administrasi perkantoran,
proses kegitan belajar mengajar, gedung dan ruang, perpustakaan,
alumni.Untuk menjalankan fungsi-fungsi operasi tersebut dibutuhkan
manajemen di mana sudah barang tentu fungsi-fungsi manajemennya harus
dapat berjalan dengan baik. Fungsi-fungsi manajemen yang harus
berjalan dalam menggerakan fungsi operasi untuk mencapai tujuan yang
diharapkan sekurang-kurangnya meliputi fungsi planning, organizing,
staffing, directing, evaluating, coordinating, dan budgeting. Fungsi
menajemen memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dan tingkat
relasional yang kompleks antar fungsi operasi ketika harus menjalankan
fungsi operasi tersebut yang di bangun dalam organisasi pendidikan.
Ketika fungsi operasi dalam organisasi berjalan sesuai fungsi
manajemen, maka akan terjadi lalulintas data dan informasi yang saling
terkait dan saling membutuhkan sehingga tingkat kompleksitas
relasional antar fungsi tersebut kelihatan sekali. Kompleksitas
relasional data dan informasi tersebut meliputi tahap-tahap
pengumpulan data, klasifikasi data, pengolahan data supaya berubah
bentuk, sifat, dan kegunaan menjadi informasi, interpretasi informasi,
penyimpanan informasi, penyampaian informasi atau transmisi kepada
pengguna dan penggunaan informasi untuk kepentingan manajemen
organisasi.
Tahapan kompleksitas relasional data dan informasi memungkinkan
ditempuhnya delapan tahap penting dalam penanganan informasi, yaitu
penciptan informasi, pemeliharaan saluran informasi, transmisi
informasi, penerimaan informasi, penyimpanan informasi, penelusuran
informasi, penggunaan informasi dan penilaian kritis serta umpan
balik. Tahap-tahap tersebut menjadi sebuah bentuk manajemen sistem
informasi pendidikan.Manajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP)
adalah sistem yang didisain untuk kebutuhan manajemen dalam upaya
mendukung fungsi-fungsi dan aktivitas manajemen pada suatu organisasi
pendidikan. Jenis data dan fungsi-fungsi operasi disesuaikan dengan
kebutuhan manajemen
Dari uraian tersebut di atas dapat disebutkan bahwa wilayah
garapan/pokok-pokok Menajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP)
meliputi ;
a.Sistem informasi Akuntansi/Keuangan,
b.Sistem Informasi Kepegawaian
c.Sistem Informasi Akademik/Kurikulum
d.Student Centered Learning melalui e-Learning
e.Sistem informasi perpustakaan

Pertanyan :
2.Bagaimana proses penggunaan MSIP dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan ?
Jawab :
Manajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP) adalah sistem yang
didisain untuk kebutuhan manajemen dalam upaya mendukung fungsi-fungsi
dan aktivitas manajemen pada suatu organisasi pendidikan. Maksud
dilaksanakannya MSIP adalah sebagai pendukung kegiatan fungsi
manajemen ; planning, organizing, staffing, directing, evaluating,
coordinating, dan budgeting dalam rangka menunjang tercapainya sasaran
dan tujuan fungsi-fungsi operasional dalam organisasi pendidikan.
Dengan adanya MSIP organissi pendidikan akan merasakan beberapa
manfaat sebagai berikut, pertama, tersedianya sistem pengeloaan data
dan informasi pendidikan. Kedua, terintegrasinya data dan informasi
pendidikan untuk mendukung proses pengambilan keputusan. Ketiga,
tersedianya data dan informasi pendidikan yang lengkap bagi seluruh
stakholders yang berkepentingan dalam bidang pendidikan.
MSIP digunakan oleh penggunanya sebagai alat bantu pengambil keputusan
dan oleh pihak lain yang tergabung dalam inter-organizational
information system sehingga organisasi pendidikan dapat berinteraksi
dengan pihak berkepentingan (stakeholders)
Nilai penting MSIP adalah :
1 Sistem Informasi yang berbasis computer (computer-based information
systems) memungkinkan pendelegasian kegiatan rutin.
2. Teknologi informasi memungkinkan pengolahan data secara lebih
akurat dan andal.
3. Pembuatan keputusan akan ditunjang dengan pilihan alternatif yang
lebih objektif dengan data pendukung yang lengkap
4. Monitoring dan evaluasi memerlukan penyerapan informasi secara
cepat dan efisien.
Dari uraian di atas, dapat dijelaskan bahwa MSIP sangat berguna dalam
meningkatkan
mutu layanan pendidikan.

Pertanyan :
3.Klasifikasikan kemudian deskripsikan jenis data yang biasa digunakan
untuk kepentingan MSIP!
Jawab :
Data adalah Semua fakta, petunjuk, indikasi, dan informasi baik dalam
bentuk tulisan (karakter), angka (digital, gambar (analog termasuk
peta)), media magnetic, dokumen, dan bentuk lain yang didapat dari
hasil penyelidikan umum dan eksplorasi.
Informasi adalah Rangkuman data yang telah mengalami proses pengolahan
dan atau interpretasi yang disajikan dalam bentuk peta, laporan baik
hard copy maupun soft copy
Jenis Data Berdasarkan
Sumber :Internal, eksternal
Tahapan Kegiatan :Primer, sekunder
Sifat : Dasar, Olahan, Interpretasi
Bentuk :Fisik, Non fisik/elektronik
Kerahasiaan :Terbuka, tertutup
Jenis data yang biasa digunakan untuk kepentingan MSIP :
a..Data Akuntansi/Keuangan
b.Data Kepegawaian
c.Data Akademik/Kurikulum
d.Proses KBM melalui pendekatan Student Centered Learning melalui e-Learning
e.Data perpustakaan

Pertanyaan :
4.Deskripsikan fungsi manajemen informasi dalam konteks
Jawab
a. Manajemen data
Fungsi manajemen system informasi dalam konteks manajeman data
menyiratkan suatu kumpulan data yang terorganisasi beserta tatacara
penggunaannya yang mencakuo lebih jauh dari sekedar penyajian.
Keberhasilan manajemen system informasi dalam kontek menajemn data
bergantung pada tiga faktor utama yaitu keserasian dan mutu data,
pengorganisasian data dan tatacara penggunannnya.
Perkembangan fungsi manajemen system informasi dalam konteks
manajeman data dapat dilihat pada tiga hal pokok yaitu cara
pengumpulan dan pemasukan data, cara penyimpanan dan pengambilan data
serta cara penerapan data.
Pengelolaan data Suatu kegiatan yang dilakukan secara professional
dan terpusat, meliputi penyimpanan, penataan, pengolahan dan
pemanfaatan
b. Monitoring
Sistem Informasi adalah suatu sistem konseptual yang memungkinkan
manajer untuk mengendalikan dan memonitor system fisik perusahaan yang
digunakan untuk mentrans-formasikan sumber daya input menjadi sumber
daya output.
c. Pengambilan keputusan
Manajemen informasi dalam pengambilan keputusan adalah Sistem
Pendukung Keputusan (SPK) yang tidak ditekankan untuk membuat
keputusan, melainkan melengkapi kemampuan untuk mengolah informasi
yang diperlukan untuk membuat keputusan. Dengan kata lain, sistem
pendukung keputusan membantu manusia dalam proses membuat keputusan,
bukan menggantikan perannya dalam mengambil keputusan.
Manfaat yang dihasilkan dari manajemen informasi SPK
1. Memperbesar kemampuan pengambil keputusan untuk memproses informasi
dan pengetahuan.
2. Memperbesar kemampuan pengambil keputusan dalam menangani
permasalahan yang kompleks, berskala besar, dan menggunakan banyak
waktu.
3. Memperpendek waktu pengambilan keputusan.
4. Meningkatkan reliabilitas dari hasil keputusan dan outcome.
5. Mendorong pelaksanaan eksplorasi bagi pengambil keputusan.
6. Memberikan pendekatan baru dalam proses berpikir mengenai lingkup
permasalahan dan konteks keputusan
7. Membangkitkan bukti baru dalam mendukung sebuah keputusan atau
konfirmasi dari asumsi yang sudah ada.
8. Menghasilkan keunggulan strategis dan kompetitif di dalam
persaingan antar organisasi. termasuk kemampuan grafik menyeluruh atas
pertanyaan‐ pertanyaan pengandaian.
d. Evaluasi dan penilaian
Manajemen informasi dalam konteks evaluasi dan penilaian member manfaat
1. Kegiatan monitoring-evaluasi yang dilakukan secara internal dapat
diintegrasikan ke public dengang dukungan manajemen system informasi
2. Manajemen system informasi akan meningkatkan akuntabilitas program
lembaga/ organisasi
3. Keterlibatan publik melalui dukungan manajemen system informasi
akan meningkatkan kinerja program lembaga/organisasi
e. Mengontrol kualitas
Manajemen informasi dalam konteks Kontrol terhadap kualitas
memungkinkan untuk melakukan proses pengumpulan dan evaluasi
fakta/evidence untuk menentukan apakah suatu sistem informasi telah
melindungi aset, menjaga integritas data, dan memungkinkan tujuan
organisasi tercapai secara efektif dengan menggunakan sumber daya
secara efisien
f. Meningkatkan daya kompetensi
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung
operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu
organisasi dan menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan
laporan-laporan yang diperlukan
Oleh karena itu sangat jelas bahwa menajeman system informasi akan
berdampak kepada peningkatan daya saing komptensi.
g. pengembangan kelembagaan (misalnya sekolah)
Manajemen system informasi yang berkualitas biasanya diukur dalam tiga dimensi
berikut
1. Dimensi waktu : informasi harus ada saat dibutuhkan (timeliness),
selalu up to date (currency), disajikan berkali-kali sebanyak
dibutuhkan (frequency), dan dapat menyajikan untuk periode sekarang,
masa lalu dan masa datang (time perid)
2. Dimensi content : Informasi harus bebas dari kesalahan (accuracy),
harus berhubungan dengan kebutuhan penggunanya pada situasi tertentu
(relevance), disajikan secara lengkap (completeness), hanya yang
dibutuhkan yang disajikan (cincisenee), dapat disajikan untuk
lengkungan luas maupun terbatas atau internal/eksternal focus, dapat
menunjukan kinerja dengan pengukuran aktivitas yang telah diselesaikan
.
3. Dimensi bentuk : informasi harus dapat disajikan dalam bentuk yang
mudah dimengerti (clarity), dapat disajikan secara detail atau
ringkasan, dapat diatur dalam urutan tertentu, dapat disajikan secara
narrative, dapat disajikan dalam media cetak.
Jika Manajemen system informasi dapat memenuhi syarat kualitas
tersebut di atas, sudah barang tentu akan dapat mengembangkan
kelembagaan.

h. Mengefektifkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya
Manajemen system informasi dalam konteks SDM berupaya agar keputusan
yang diambil dan aktifitas yang dilaksanakan selalu mengacu kepada
mutu SDM yang terukur dan dapat teramati validitasnya berdasarkan
perilaku seorang pegawai (SDM) dalam suatu organisasi yang dirancang
dalam system informasi manajemen sumber daya manusia.
Aplikasi Manajemen system informasi dalam konteks SDM adalah aplikasi
yang ditujukan untuk membantu organisasi/perusahaan mengelola
kompetensi sumber daya manusia. Dalam hal ini pengelolaan SDM memiliki
ruang lingkup
1. Organisasi dan uraian jabatan pegawai
2. Pengelolaan standar kompetensi baik kompetensi dalam kaitannya
dengan karakter pegawai maupun kinerja yang bersifat skill.
3. Pengelolaan data jabatan, kebutuhan kompetensi jabatan, dan
penentuan level kebutuhan kompetensi jabatan
4. Pengelolaan data pegawai dan kompetensi individu
5. Aplikasi gap and match kompetensi
6. Aplikasi system perencanaan karir (rotasi, mutasi, demosi, promosi)
7. Aplikasi system kinerja
Dengan adanya manajemen system informasi SDM diharapkan pengelolaan
SDM semakin efektif dan efisian
i. Menyederhanakan birokrasi
Manajemen berbasis teknologi sistem informasi telah menjadi suatu
komponen yang tidak terpisahkan dari mekanisme kantor. Penggunaan
teknologi system informasi yang tepat dan didukung oleh keahlian
personel yang mengoperasikannya dapat meningkatkan kinerja perusahaan
dan kinerja individual yang bersangkutan. Bahkan berbasis teknologi
sistem informasi sangat meungkinkan untuk dapat menyelesaikan beberapa
pekerjaan cukup oleh seorang SDM saja. Dengan demikian manajemen
berbasis teknologi sistem informasi dapat menyederhanakan birokrasi.
j. Meningkatkan efisiensi
Pemanfaatan teknologi informasi dapat menghasilkan efisiensi dalam
berbagai aspek pengelolaan informasi yang ditunjukkan oleh kecepatan
dan ketepatan waktu pemrosesan, serta ketelitian dan kebenaran
informasi (validitas) yang dihasilkan. Hal ini berkaitan dengan
penggunaan perangkat keras komputer (hardware), program aplikasi
pendukung (software), perangkat komunikasi dan internet sebagai sarana
pengelolaan informasi.
k. Membuat perencanaan
Perencanaan adalah proses di mana manajer secara matang dan bijaksana
memikirkan dan menetapkan sasaran serta tindakan berdasarkan beberapa
metode yang diperlukan untuk mencapainya, dan proses itu sendiri
merupakan suatu cara sistematik yang ditetapkan untuk malakukan
kegiatan. Dengan merujuk pada definisi di atas, maka manajemen berarti
suatu proses yang menekankan keterlibatan dan aktivitas yang saling
terkait untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Sebuah kebijakan informasi organisasi biasanya memberikan arahan baik
bagi para pengelola maupun para pengguna informasi. Bagi para
pengelola kebijakan informasi merupakan sebuah kerangka kerja yang
berisi prinsip-prinsip organisasi yang berhubungan dengan informasi,
penggunaannya dan pengelolaannya. Di antaranya menjamin pengalokasian
sumber-sumber informasi penting dalam manajemen informasi. Sedangkan
dari perspektif pengguna, kebijakan informasi merupakan sebuah jaminan
bahwa organisasi mempunyai komitmen untuk menyediakan informasi yang
dibutuhkannya.
Dengan demikian dalam konteks perencanaan sebuah organisasi, manajemen
informasi merupakan data base dimana pembuatan perencanaan menjadi
lebih mudah, lengkap dan matang serta akurat
l. Umpan balik
Memahami karakteristik dari manajemen system informasi yang cenderung
terdiri dari subsistem-subsistem yang sistematis dalam mengelola
informasi baik secara prosedural maupun interaksional antar eleman,
hal ini memungkinkan terjadinya prosedur analisis umpan balik antar
elemen yang mudah, cepat, akurat, efektif dan efisien.

`

Pertanyan :
5. Berikan penjelasan tentang “perbedaan manajemen sistem informasi
pendidikan konvensiaonal dengan berbasis komputer (modern)” dalam
konteks planning, actuating, directing, innovating, staffing,
controlling, representing, dan coordinating.
Jawab :
Kebutuhan perusahaan akan informasi meningkat sejalan dengan
perkembangan perusahaan. Semakin besar dan kompleks suatu perusahaan,
maka semakin besar pula kebutuhan akan informasi. Informasi memang
menjadi unsur penentu dalam pengambilan keputusan karena informasi
digunakan untuk melakukan planning, actuating, directing, innovating,
staffing, controlling, representing, dan coordinating aktivitas
perusahaan. Tentunya informasi yang dibutuhkan adalah informasi yang
berkualitas.
Informasi dikatakan berkualitas apabila didukung oleh relevansi,
yaitu ketepatan dengan penggunaannya, ketepatwaktuan, yaitu informasi
mampu disajikan tepat pada saat dibutuhkan, dan akurat, yaitu harus
tepat nilainya dan dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya.
Informasi dibutuhkan oleh pihak internal dan eksternal. Kebutuhan
mereka akan informasi berbeda tergantung pada tingkatan serta
kepentingan masing-masing dalam perusahaan. Informasi (Bodnar, 2000:1)
adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar
untuk mengambil keputusan yang tepat. Sumber informasi adalah data dan
data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan kesatuan
nyata (Jogiyanto, 2001:8). Pentingnya akan informasi yang akurat dan
tepat waktu dalam pengambilan keputusan menyebabkan perusahaan
membutuhkan adanya sistem informasi yang responsif terhadap kebutuhan
mereka. Hal inilah yang menjadi latar belakang mengapa banyak
perusahaan sekarang ini mengganti sistem informasinya dari system yang
manual menjadi sistem yang berbasis teknologi informasi modern
(komputer).
Penggunaan teknologi informasi untuk mendukung aktivitas operasional
perusahaan bukan merupakan hal yang baru lagi, melainkan kebutuhan
utama karena merupakan salah satu strategi bersaing pada era sekarang
ini. Penggunaan teknologi informasi dalam bentuk aplikasi system dapat
digunakan, baik pada tingkat internal maupun eksternal. Untuk tingkat
internal dapat digunakan, baik pada tingkat fungsi operasioal
organisasi maupun tingkatan manajemen. Penggunaan pada fungsi
operasional organisasi, misalnya pada fungsi akuntansi, keuangan,
produksi, pemasaran dan lainnya. Pada tingkatan manajemen, misalnya
digunakan pada tingkat manajemen atas, menengah, atau bawah.
Perusahaan tidak harus memiliki dan menggunakan semua aplikasi sistem
yang ada, tetapi harus memilih aplikasi sistem yang sesuai dengan
kebutuhan perusahaaan.

Pertanyan :
6. Buat sebuah contoh pembelajaran aktif yang berbasis komputer,
sesuai dengan bidang keahlian masing masing
Jawab
Pembelajaran aktif yang berbasis komputer tidak lepas dari sebuah
proses pembelajaran
meliputi :
Pemanfaatan komputer sebagai media pembelajaran secara umum dengan mengikuti
proses intruksional sebagai berikut:
1. Merencanakan, mengatur dan mengorganisasikan, dan menjadwalkan pengajaran.
2. Mengevaluasi siswa (tes).
3. Mengumpulkan data mengenai siswa.
4. Melakukan analisis statistik mengenai data pembelajaran.
5. Membuat catatan perkembangan pembelajaran (kelompok atau perseorangan).
Contoh bentuk pembelajaran aktifnya adalah dengan menggunakan ”
pembelajaran aktif yang berbasis komputer dalam bentuk tutorial,
drills and practice, simulasi, dan permainan.
Tutorial yaitu :
Program pengajaran tutorial dengan bantuan komputer meniru sistem
tutor yang dilakukan oleh guru atau instruktur. Informasi atau pesan
berupa suatu konsep disajikan di layar komputer dengan teks, gambar,
atau grafik. Misalnya penyajian tutorial konsep matematika yang
berhubungan dengan luas segitiga.
Program penyajian tutorial dibagi menjadi dua yaitu tutorial
terprogram dan tutorial intelijen. Tutorial terprogram adalah
seperangkat tayangan baik statis maupun dinamis yang telah terlebih
dahulu diprogramkan. Manfaat tutorial terpogram akan tampak jika
menggunakan kemampuan teknologi komputer yang bercabang dan
interaktif.
Sedangkan tutorial intelijen berbeda dengan tutorial terpogram karena
jawaban komputer terhadap pertanyaan siswa dihasilkan oeh intelijensia
artifisial, bukan jawaban-jawaban terprogram yang terlebh dahulu
disiapkan oleh perancang pelajaran.
b. Drills And Practice yaitu :
Drills and practice digunakan dengan asumsi bahwa sutau konsep, aturan
atau kaidah, atau prosedur telah diajarkan kepada siswa. Program ini
menuntun siswa dengan serangkaian contoh untuk meningkatkan kemahiran
menggunakan keterampilan.
Latihan untuk mempermahir keterampilan atau memperkuat penguasaan
konsep dengan menggunakan drilss and practice yaitu komputer
menyediakan serangkaian soal atau pertanyaan yang serupa dengan yang
biasa ditemukan dalam buku atau lembaran kerja
c. Simulasi yaitu :
Simulasi pada komputer memberikan kesempatan untuk belajar secara
dinamis, interaktif, dan perorangan. Program simulasi dengan komputer
mencoba untuk menyamai proses dinamis yang terjadi di dunia nyata,
misalnya siswa menggunakan komputer untuk mensimulasikan menerbangkan
pesawat terbang.
d. Permainan Instruksional yaitu :
Program permainan yang dirancang dengan baik dapat momotivasi siswa
dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Permainan
instruksional yang berhasil, menggabungkan aksi-aksi permainan video
dan keterampilan penggunaan papan ketik pada komputer.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s