Al Kindi (Keselarasan Agama dan Filsafat)

Posted: 5 Februari 2010 by Miftah in Artikel
Tag:,

Al Kindi berusaha memadukan antara agama dan filsafat. Menurutnya, filsafat adalah pengetahuan yang benar. Al Qur’an yang membawa argumen-argumen yang lebih meyakinkan dan benar tidak mungkin bertentangan dengan kebenaran yang dihasilkan filsafat. Bertemunya agama dan filsafat dalam kebenaran dan kebaikan sekaligus menjadi tujuan dari keduanya. Apabila filsafat hanya mempergunakan akal, maka agama mempergunakan wahyu sekaligus akal.

Disamping argumen rasional di atas, Al Kindi juga mengacu pada al Qur’an yang banyak menyuruh meneliti dan mengamati segala macam fenomena yang terdapat di alam. Diantaranya adalah QS. Al A’raf ayat 185.

أوَلَمْ يَنْظُرُوا فِي مَلَكُوتِ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا خَلَقَ اللهُ مِنْ شَيْئٍ وَأنْ عَسَى أنْ يَكُوْنَ قَدِ اقْتَرَبَ أجَلُهُمْ فَبِأيِّ حَدِيْثٍ بَعْدَهُ يُؤمِنُوْنَ  — الأعراف 185

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman selain kepada Al Qur’an itu?” (QS. Al A’raf: 185)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keselarasan anatara agama dan filsafat berlandaskan pada 3 alasan, yaitu:

  1. ilmu agama merupakan bagian dari filsafat.
  2. Wahyu yang diturunkan kepada Nabi dan kebenaran filsafat saling bersesuaian.
  3. Menuntut ilmu secara logika diperintahkan agama.

Namun demikian, tidak bisa dipungkiri perbedaaan keduanya, sebagaimana dijelaskan Al Kindi sebagai berikut:

  1. filsafat termasuk humaniora yang dicapai filosof dengan berpikir dan belajar. Sedangkan agama adalah ilmu ketuhanan yang diperoleh tanpa melalui proses belajar dan hanya diterima secara langsung oleh para Easul dalam bentuk wahyu.
  2. Jawaban filsafat menunjukkan ketidakpastian (semu) dan memerlukan pemikiran (perenungan). Sedangkan agama lewat dalil-dalilnya yang dibawa al Qur’an memberi jawaban pasti dan meyakinkan dengan mutlak.
  3. Filsafat mempergunakan metode logika sedangkan agama mendekatinya dengan keimanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s