Hadis Pendidikan : Pendidik Sebagai Mediator

Posted: 9 Februari 2010 by Miftah in Pendidikan
Tag:,

حَدَّثَنَا الْمَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَخْبَرَنَا حَنْظَلَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ سَالِمٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُقْبَضُ الْعِلْمُ وَيَظْهَرُ الْجَهْلُ وَالْفِتَنُ وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْهَرْجُ فَقَالَ هَكَذَا بِيَدِهِ فَحَرَّفَهَا كَأَنَّه يُرِيدُ الْقَتْلَ — رواه البخاري [1]

Mufradat

يُقْبَضُ                  : Dicabut, diangkat.

الْهَرْجُ                  : Kekacauan

حَرَّفَهَا                  : Memiringkannya

Terjemah Hadis

Dari Al Makkiy ibn Ibrahim, ia berkata, telah mengabarkan kepada kami Hanthalah ibn Abi Sufyan dari Salim, ia berkata bahwa saya pernah mendengar Abu Hurairah dari Nabi saw. Beliau bersabda, “Akan dicabut ilmu dan semakin tampak kebodohan dan fitnah dan banyak harj.” Dikatakan, “Wahai Rasulullah, apakah harj itu?” Beliau menjawab, “Begini,” (memberi isyarat) dengan tangannya kemudian memiringkannya seolah-olah ingin membunuh. (HR. Bukhari).

Penjelasan Hadis

Hadis tersebut menjelaskan bahwa suatu saat ilmu akan dicabut dari muka bumi ini dan ketika itu pula kebodohan manusia ada di mana-mana serta terjadi fitnah dan harj. Secara bahasa harj berarti kekacauan sedangkan dalam hadis di atas berarti pembunuhan. Ini dibuktikan dengan isyarat Nabi saw. yaitu tangan yang miring ke atas dengan mengepal mengisyaratkan ingin membunuh. Inilah hal yang terpenting dalam pembelajaran. Segala sesuatu yang berada dan terjadi sekeliling kita dapat menjadi sarana dan prasarana pendidikan selama ia mengandung pesan-pesan kependidikan dan pengajaran. Dalam hadis ini Rasulullah saw. sebagai seorang pendidik yang memahami dengan baik bagaimana suatu materi pembelajaran harus disampaikan.

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab Al ‘Ilmu Bab Man Ajabal Fataya bi Isyaratil Yad war Ro’si. Hadis senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Daud, Ibn Majah dan Ahmad ibn Hanbal.[2]


[1] Bukhari, Shahih Bukhari (Beirut: Dar Al Fikr, 1994)

[2] A. W. Wensick, Al Mu’jam Al Mufahras Li Alfadzi Al Hadis Al Nabawi (Leiden: Maktabah Baril, 1936).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s